Senin, 17 Oktober 2011

KEINDAHAN BELAJAR

DIMANA KITA BELAJAR?

1.       KELUARGA : PERTAMA DAN TERUTAMA.
buku inspiratif
Keluarga adalah yang terpenting dan yang sesungguhnya dengan bapak dan ibu (orang tua) sebagai gurunya, karena mereka lebih tahu keadaan putra-putrinya dan lebih bertanggungjawab.
2.       LEMBAGA FORMAL : KEBERUNTUNGAN MEMILIH SEKOLAH
Setelah di tempa keluarga, pendidikan formal akan menyempurnakannya. Oleh karena itu orangtua harus memilih sekolah/lembaga pendidikan yang berkualiatas semaksimal mungkin, maka fungsi pemerintahlah untuk memastikan bahwa semua lembaga pendidikan sebagai lembaga formal betul-betul layak untuk menjadi tumpuan harapan masa depan.
3.       LEMBAGA NON FORMAL : TAMBAHAN YANG DIPENTINGKAN
Lembaga non formal biasanya berupa kursus atau bimbingan belajar karena biasanya mereka adalah lembaga swasta yang dananya tergantung minat masyarakat, biasanya mereka lebih kreatif dan betul-betul menjaga kualitasnya atau akan segera ditinggalkan Masyarakat.
4.       Homeschooling:  Kecepatan dan Kenyamanan belajar.
Homeschooling (HS) adalah meniadakan pendidikan formal bagi anak, sebaliknya keluarga berkonsentrasi untuk mendidik sendiri. Jika waktunya tiba , Mereka akan diikutkan ujian formal Negara. Proses belajar tanpa merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum, Kekurangan HS adalah tidak adanya kompetisi sehingga tidak bisa membandingkan kemampuan, Biayanya tinggi dan kurangnya interaksi dengan teman.
5.       Buku, majalah dan surat kabar (Koran): Sumber yang harus dimiliki
6.       Radio, televisi, dan Video: Jangan sekedar Hiburan
7.       Internet: Unlimited information source.
Perpustakaan yang tak terbatas adalah internet. Kita bisa mengakses ilmu apa saja yang bisa kita butuhkan tanpa ahalangan.

INTERNET, “KEAJAIBAN DUNIA KE-8”
Internet yang muncul di abad 20 ini bagai hadiah bagi para manusia haus ilmu diseluruh dunia.
Otak, Komputer tercanggih di alam semesta
Secara umum otak terbagi menjadi otak besar, otak kecil, dan batang otak. Otak besar terbagi lagi menjadi dua bagian (hemisfer) kiri dan kanan memiliki fungsi yang berbeda. Otak kiri tekun pasti sukses. Bagian kiti berfungsi sebagai pusat bahasa, dalam arti bekerja untuk hal-hal yang berkaitan dengan pengertian bahasa verbal dan pusat berpikir, Pusat baca tulis serta matematika (diatur pusat  baca tulis itu juga). Ia lebih berperan dalam cara berfikir orang yang matematis. Cara bicara yang bagus, teratur dan rapi. Misalnya jika sedang berpidato analitis rasional , kritis missalnya dalam hal pendapat dan berdasarkan logika.
Otak kanan, Santai tapi juga sukses. Otak sebelah kanan secara structural sama dengan otak kiri. Tetapi ada perbedaan fungsi. Otak kanan lebih banyak berfungsi untuk kemampuan memahami dan menikmati melodi, music, imajinasi, kreatifitas, intuisi, dan insting dan fantasi termaksud didalamnya memahami hal-hal yang berbau religious dan mistis.
Otak kiri dan kanan harus seimbang.
Diantara otak sebelah kiri dan kanan terdapat korpus kolosum yang menghubungkan kedua bagian otak itu. Jika kerjanya serasi,  maka orang tersebut bisa menggunakan kedua bagian otaknya secara seimbang yaitu jika saudara menggunakan secara benar maka anda adalah orang yang cerdas dan mempunyai hati nurani. Diera modern adalah era di mana orang maju adalah orang yang dapat menyatukan kemampuan otak kanan dan otak kiri secara seimbang.

 EMPAT KECERDASAN MANUSIA
1.       Intelectual Quotient (IQ) = Kecerdasan Intelektual (IQ)
Digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang pada masa itu dan ternyata sekarang dipakai di Indonesia. Kecerdasan ini terletak di otak bagian cortex (kulit otak). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan untuk berhitung, beranalogi, berimajinasi dan daya kreasi serta inovasi. Para pakar psikologis menyederhanakan kecerdasan ini dengan ungkapan IQ adalah “WHAT I THINK”.
2.       Emotional Quotient (EQ) = Kecerdasan Emosional
Kecerdasan ini berada di otak belakang manusia. EQ tidak mempunyai ukuran pasti seperti IQ, namun kita bisa merasakan kualitas keberadaannya dalam diri seseorang. Oleh karena itu EQ lebih tepat di ukur dengan feeling. Kecerdasan emosional digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri ataupun orang lain.

EQ bekerja dan berperan memberikan kesuksesan dalam diri kita. EQ dan komunikasinya  yang baik mampu memberikan apresiasi ke dalam diri sendiri dan orang lain. EQ membantu kita menjadi seseorang yang sukses dalam bersosial dan berkehidupan . Kecerdasan ini lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan dengan IQ. Kecerdasan ini lebih tepat di ungkapkan dengan “WHAT I FEEL”.
3.       Spiritual Quotient (SQ) = Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual adalah sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks yang lebih luas dan kaya di mana kecerdasan ini terletak dalam suatu titik yang di sebut dengan GOD SPOT.
Menurut sebuah penelitian kunci terbesar seseorang adalah dalam EQ yang dijiwai dengan SQ. Kecerdasan inilah sebagai penentu kesuksesan seseoarng. Kecerdasan ini menjawab dan mengungkapkan tentang jati diri seseorang “WHO AM I”.
4.       Adversity Quotient (AQ) = Kecerdasan Tantangan
Manusia pada prinsipnya dilahirkan untuk memiliki sifat mendaki  yaitu bergerak untuk mencapai tujuan hidup ke depan. Maka AQ adalah penentu kesuksesan seseorang untuk mencapai  puncak pendakian. Secara naluri dalam proses untuk melakukan pendakian akan dihadapkan pada berbagai hambatan, tantangan dan kesulitan. AQ memperlihatkan bagaimana seseorang merespon kesulitan serta perubahan-perubahan yang dihadapinya.
Orang yang memiliki AQ tinggi tidak akan pernah takut dalam menghadapi berbagai tantangan dalam proses pendakiannya. Bahkan dia akan mampu untuk mengubah tantangan yang dihadapinya dan memjadikannya sebuah peluang. Berdasarkan AQ terdapat tiga kelompok manusia yaitu :
a.       Quitters = orang yang langsung berhenti di awal pendakian.
b.      Campers = orang yang berhenti dan tinggal di tengah pendakian.
c.       Climbers = orang yang berhasil mencapai puncak pendakian.

SUKSES HARUS DENGAN JENIUS
Bahwa IQ bukanlah penentu utama keberhasilan seseorang, tetapi pengaruh EQ, SQ dan AQ kini dipercayai lebih penting dalam menentukan keberhasilan seseorang.
·         Jenius = Belajar dengan riang
·         Dua kelompok manusia jenius (orang yang sukses dalam berbagai bidang kehidupan dan anak-anak pada usia pra sekolah dan anak-anak TK adalah pribadi yang penuh vitalitas,tidak mau diam, gembira, suka bermain, penuh rasa ingin tahu, penuh rasa takjub, kreatif mau mencoba segala sesuatu dan jenaka.    
·         Jenius adalah orang yang mampu dan siap menantang dan mengarungi kehidupan di mana jenius berarti memiliki kemauan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah.
IZASAH BUKAN SEGALANYA
Sukses tanpa izasah pasti bisa dan sudah banyak yang membuktikannya misalnya “Si Kick Andy” tidak mempunyai izasah, tetapi bisa menjadi host favorit dari acara inspiratif yang sangat cerdas.
SASTRA, YANG PENTING YANG TERLUPAKAN
·         Sastra menghidupkan jiwa
·         Sastra mengajarkan berani bermimpi dan bercermin
susumber : KEAJAIBAN BELAJAR oleh Yunsirno 

0 komentar:

 

This Template is Brought to you by : AllBlogTools.com blogger templates