DIMANA KITA BELAJAR?
1. KELUARGA : PERTAMA DAN TERUTAMA.
![]() |
| buku inspiratif |
Keluarga adalah yang terpenting dan yang sesungguhnya dengan bapak dan ibu (orang tua) sebagai gurunya, karena mereka lebih tahu keadaan putra-putrinya dan lebih bertanggungjawab.
2. LEMBAGA FORMAL : KEBERUNTUNGAN MEMILIH SEKOLAH
Setelah di tempa keluarga, pendidikan formal akan menyempurnakannya. Oleh karena itu orangtua harus memilih sekolah/lembaga pendidikan yang berkualiatas semaksimal mungkin, maka fungsi pemerintahlah untuk memastikan bahwa semua lembaga pendidikan sebagai lembaga formal betul-betul layak untuk menjadi tumpuan harapan masa depan.
3. LEMBAGA NON FORMAL : TAMBAHAN YANG DIPENTINGKAN
Lembaga non formal biasanya berupa kursus atau bimbingan belajar karena biasanya mereka adalah lembaga swasta yang dananya tergantung minat masyarakat, biasanya mereka lebih kreatif dan betul-betul menjaga kualitasnya atau akan segera ditinggalkan Masyarakat.
4. Homeschooling: Kecepatan dan Kenyamanan belajar.
Homeschooling (HS) adalah meniadakan pendidikan formal bagi anak, sebaliknya keluarga berkonsentrasi untuk mendidik sendiri. Jika waktunya tiba , Mereka akan diikutkan ujian formal Negara. Proses belajar tanpa merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum, Kekurangan HS adalah tidak adanya kompetisi sehingga tidak bisa membandingkan kemampuan, Biayanya tinggi dan kurangnya interaksi dengan teman.
5. Buku, majalah dan surat kabar (Koran): Sumber yang harus dimiliki
6. Radio, televisi, dan Video: Jangan sekedar Hiburan
7. Internet: Unlimited information source.
Perpustakaan yang tak terbatas adalah internet. Kita bisa mengakses ilmu apa saja yang bisa kita butuhkan tanpa ahalangan.
INTERNET, “KEAJAIBAN DUNIA KE-8”
Internet yang muncul di abad 20 ini bagai hadiah bagi para manusia haus ilmu diseluruh dunia.
Otak, Komputer tercanggih di alam semesta
Secara umum otak terbagi menjadi otak besar, otak kecil, dan batang otak. Otak besar terbagi lagi menjadi dua bagian (hemisfer) kiri dan kanan memiliki fungsi yang berbeda. Otak kiri tekun pasti sukses. Bagian kiti berfungsi sebagai pusat bahasa, dalam arti bekerja untuk hal-hal yang berkaitan dengan pengertian bahasa verbal dan pusat berpikir, Pusat baca tulis serta matematika (diatur pusat baca tulis itu juga). Ia lebih berperan dalam cara berfikir orang yang matematis. Cara bicara yang bagus, teratur dan rapi. Misalnya jika sedang berpidato analitis rasional , kritis missalnya dalam hal pendapat dan berdasarkan logika.
Otak kanan, Santai tapi juga sukses. Otak sebelah kanan secara structural sama dengan otak kiri. Tetapi ada perbedaan fungsi. Otak kanan lebih banyak berfungsi untuk kemampuan memahami dan menikmati melodi, music, imajinasi, kreatifitas, intuisi, dan insting dan fantasi termaksud didalamnya memahami hal-hal yang berbau religious dan mistis.
Otak kiri dan kanan harus seimbang.
Diantara otak sebelah kiri dan kanan terdapat korpus kolosum yang menghubungkan kedua bagian otak itu. Jika kerjanya serasi, maka orang tersebut bisa menggunakan kedua bagian otaknya secara seimbang yaitu jika saudara menggunakan secara benar maka anda adalah orang yang cerdas dan mempunyai hati nurani. Diera modern adalah era di mana orang maju adalah orang yang dapat menyatukan kemampuan otak kanan dan otak kiri secara seimbang.
EMPAT KECERDASAN MANUSIA
1. Intelectual Quotient (IQ) = Kecerdasan Intelektual (IQ)
Digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang pada masa itu dan ternyata sekarang dipakai di Indonesia. Kecerdasan ini terletak di otak bagian cortex (kulit otak). Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan untuk berhitung, beranalogi, berimajinasi dan daya kreasi serta inovasi. Para pakar psikologis menyederhanakan kecerdasan ini dengan ungkapan IQ adalah “WHAT I THINK”.
2. Emotional Quotient (EQ) = Kecerdasan Emosional
Kecerdasan ini berada di otak belakang manusia. EQ tidak mempunyai ukuran pasti seperti IQ, namun kita bisa merasakan kualitas keberadaannya dalam diri seseorang. Oleh karena itu EQ lebih tepat di ukur dengan feeling. Kecerdasan emosional digambarkan sebagai kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasaan seseorang, bisa terhadap diri sendiri ataupun orang lain.
